Mengenang dalam Sajak
Penulis Sajak ANDINA FAUZIYAH
"Pena adalah caraku mengutarakan isi hatiku.
Caraku mengabadikan setiap hal indah.Dan caraku berterimakasih kepada mereka sang baik hati.Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda, disetiap bait yang aku utarakan.Aku tak memaksa untuk kalian mengerti tentang bait puisiku.Aku tak memaksa untuk kalian membaca isi puisiku.Karna aku tak bermaksud apa-apa.Aku hanya sedang belajar menulis setiap bait yang menurutku harus dikenang.Jika kamu tak menyukai apa yang aku tulis,tak masalah... karna ini karya dari hidupku.Isi hatiku yang orang lain tak pernah mengerti."
"Tak ada yang lebih baik selain bersyukur untuk hari ini.Untuk dia yang memilih pergi,terimakasih kemarin sempat mampir kedalam duniaku,memberikan sedikit warna dalam hidupku.Untuk masalah yang datang, terimakasih karena mengajarkan sebuah kedewasaan.Untuk kamu yang ingin singgah, silahkanaku tak menutup jalan.Karena sejatinya aku manusia yang harusmenerima semua yang Tuhan berikan."
"Didunia yang banyak kesibukan ini,aku pura-pura menjadi yang paling bahagia.Akulah seorang pecundang, menutup mata jika belati itu menghujam dadaku.Aku melangkah dengan banyak kaki namun tetap semangatku hilang.Aku bangun setiap pagi berharap kau menjadi alarm pagiku, namun tak ada.Aku menangis ditengah gelapnya malam. Merindu tak akan berujung temu.Berdoa kepada sang Pencipta agar kau selalu bahagia disana.Bunda.. anakmu sudah dewasa.Bunda.. aku rindu dekapan penuh sayang mu.Namun kau tak datang untuk memeluk tubuhku.Bunda.. anakmu sedang melawan kerasnya dunia.Doakan aku bunda.. Aku sayang bunda."
"Malam ini udara dikotaku sangat sejuk,membuat yang merasakannya akan terbuai kembali kedalam masa lalu.Seperti aku salah satunya,mengingat tentang kita yang dahulu pernah bahagia bersama.Kini waktu mengubahnya lagi, kita kembali asing.Tak masalah.. karna aku hanya ingin mengingat bukan kembali.Sesekali aku tertawa sendiri mengingat bodohnya aku.Aku mengingat hari pertama kita berjabat tangan,hingga kita melepaskan genggaman.Tak terasa udara diluar semakin dingin..menusuk kulitku, menjadikan aku gadis gila yang duduk diteras rumahlalu menangis dimalam hari.Namun tak ada yang tau..Hari ini kepada bintang dan bulan, aku titipkan salam rindukuuntuk dia yang pernah merasa perlu.Wahai lelaki yang pernah membuat bahagia lalu mengecewakan,Apa kabar? Sedang apa kau disana? Kataku."
"Perempuan terhebat yang aku punya,Sejauh apapun kamu melangkah, rumahmu adalah ibu.tempat dimana kamu membutuhkan bimbingan, rangkulan,disaat semua orang hanya mampu menghakimi,ibu membuat aku percaya jika semua akan baik-baik saja.iris matanya yang teduh membuat hatiku tersentuh.Motivasi pertama dalam hidupku, benar kata orang'kasih ibu sepanjang masa' ."
"Ketakutanku menjadikan aku manusia yang mudah menyerah.Seribu kata yang aku selipkan diruangan paling gelap milik merekatak mampu menenangkan aku.Harapku hari esok akan lebih baik lagi, meyakinkan aku bahwa semua akan baik-baik saja.Menjanjikan pada diri sendiri lalu kembali jatuh sendiri.Kenapa harus aku? Kenapa sesulit ini?Kenapa luka sesakit ini? Kenapa tak berhenti.. aku lelah.Mengaduh kepada sang Tuhan, bercerita tentang hari yang membuat aku ingin mati saja.Tuhan.. beri aku malaikat baik tuk menolong hari-hari penuh luka ini,sungguh aku tak mampu lagi tuk melawan."
"Kebodohanku menyebabkan aku kehilangan ikatan dimasa lalu,aku tak ingin membuat kesalahan yang sama lagi.Jika aku diberi kesempatan tuk kembali, aku hanya ingin memperbaiki kesalahahan ku dan memperbaiki ikatan kita.aku ingin memperjuangkan hal yang aku ingin lindungi."
Menginspirasi 😊
BalasHapusMenginspirasi 😊
BalasHapusthankyou
HapusTetap berjuang selagi masih ada waktu💘
BalasHapusbaik makasih
Hapusterus berkaryaa dinaa
BalasHapus🔥
BalasHapusuwoooo mantap
BalasHapusNjay
BalasHapus